Silakan Pilih Tim Support Kami sesuai Kebutuhan Anda, Dengan Senang Hati Kami Melayani Anda.

Sistem Pembakaran di Mesin Diesel

Sistem Pembakaran di Mesin Diesel 1

Sistem pembakaran di mesin diesel terbagi menjadi dua macam yaitu :

  1. Non Direct Injection (Pembakaran tak Langsung)

Juga bisa disebut sebagai Spherical Vortex Chamber System :

Sistem ini mempunyai sub-combustion chamber (ruang bakar mula) yang disebut vortex chamber yang terletak diatas ruang bakar utama. Sistem ini menghasilkan pusaran udara di dalam vortex chamber. Gaya vortex ini menyebabkan bahan bakar tercampur dengan udara bertekanan dan bertemperatur tinggi untuk pembakaran. Pada mesin diesel Kubota jenis ini menggunakan Three Vortex Combustion System

Sistem Pembakaran di Mesin Diesel 2

Pada sistem ini dihasilkan tiga pusaran di dalam spherical vortex chamber pada langkah kompresi untuk mendapatkan   Efisiensi pembakaran yang tinggi. Sistem ini lebih hemat 10% untuk konsumsi bahan bakar di banding dengan sistem pembakaran konvensional. Juga dengan sistem ini akan mengurangi kebisingan.

2. Direct Injection (Pembakaran Langsung)

Sistem direct injection adalah sistem dimana bahan bakar diinjeksikan ke dalam ruang bakar yang terletak pada bagian mahkota pada piston. Untuk menghasilkan campuran bahan bakar dan udara lebih efektif, maka digunakan nozzle dengan type hole. Pada type direct injection, piston memiliki cavity di bagian muka piston.

Sistem Pembakaran di Mesin Diesel 3

Keuntungan dari penggunaan sistem ini :

  1. Hemat bahan bakar
    • Karena bahan bakar diinjeksikan secara langsung ke dalam ceruk pada mahkota dari piston, energi yang di hasilkan pada langkah usaha digunakan sepenuhnya untuk menekan piston ke TMB.
    • Karena tidak memiliki lubang penghubung antara ruang bakar mula dan ruang bakar utama, sehingga tidak mengalami kerugian pada saat campuran udara dan bahan bakar melewati saluran penghubung. Juga karena perbandingan kompresi yang rendah pada type ini, akan mengurangi kerugian gesekan yang disebabkan oleh gerakan piston ring dengan cylinder liner.
    • Daerah penyalaan dari ruang bakar lebih kecil sehingga kerugian panas akibat adanya air pendingin dapat dikurangi.
  2. Kompresi rasio yang rendah, memudahkan pencapaian TMA pada saat menghidupkan mesin dengan tangan dan engkol starter
  3. Kerugian panas dan gesekan yang kecil, maka tidak memerlukan alat penyalaan awal (preheating)
  4. Karena konstruksinya yang tanpa ruang bakar mula, beban panas akan menjadi lebih kecil, sehingga tidak ada distorsi pada kedudukan katup (valve seat) maupun keretakan pada cylinder head karena panas berlebihan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *