Silakan Pilih Tim Support Kami sesuai Kebutuhan Anda, Dengan Senang Hati Kami Melayani Anda.

PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI KOMPOS

PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI KOMPOS 1

Sampah  mendengar kata tersebut, pasti terdengar sebagai sesuatu yang bermasalah. Gak enak didengar dan sesuatu yang harus dibuang. Baik sampah organik maupun anorganik mempunyai banyak manfaat bagi kehidupan manusia dengan catatan jika diolah. Lalu, apa jadinya jika sampah tersebut diolah, terlebih untuk sampah anorganik? Pastinya akan memberikan dampak negatif terhadap kehidupan manusia. Berikut ini beberapa dampak yang bisa ditimbulkan jika semua limbah tersebut tidak diolah dengan baik.

  1. Dampak Kesehatan

Untuk sampah organik, jika tidak dibuang pada tempatnya atau diolah dengan baik, akan mengundang banyak lalat, kecoa, tikus, dan hewan lain yang membawa berbagai macam penyakit. Akibatnya, manusia yang ada di sekitarnya pun akan mudah terserang penyakit kudisan, disentri, jamur, diare, dan sebagainya. Dampak ini tidak hanya berpengaruh terhadap kehidupan manusia, namun juga hewan dan tumbuhan yang ada di sekitarnya. Pencemaran air pun bisa terjadi jika sampah tersebut dibiarkan begitu saja.

  1. Dampak pada Udara

Sampah berupa gas, seperti asap pabrik, rokok, asap kendaraan bermotor jelas akan mencemari udara. Saat udara sudah tercemari, maka akan mengakibatkan makhluk hidup yang menghirupnya terkena berbagai penyakit yang berkaitan dengan pernapasan. Tidak hanya itu, asap juga akan menyebabkan lapisan ozon menjadi tipis sehingga perlindungan bumi dari radiasi matahari pun berkurang. Ini artinya, berbagai gangguan kulit mahkhluk hidup akan menjadi dampak lebih lanjutnya.

  1. Dampak pada Kehidupan Sosial

Coba bayangkan jika Anda berjalan melewati tumpukan sampah. Tentu aroma tidak sedap akan menyengat hidung setiap orang yang melintasinya. Ini artinya, sampah membuat rasa tidak nyaman bagi semua orang yang berada di sekitarnya. Contoh lain, orang yang merokok di sembarang tempat. Asap yang keluar dari rokok tidak hanya membuat pemakainya terkena berbagai gangguan kesehatan, namun juga berdampak pada orang di sekelilingnya yang ikut menghirup. Oleh karena itu, membuang sampah pada tempatnya atau merokok tidak di tempat umum menjadi salah satu solusi bagi Anda yang ingin menjaga kehidupan sosialnya. Memilah sampah yang dibuang juga menjadi hal yang disarankan. Sebab, dengan demikian akan lebih mudah dan cepat untuk dilakukan pemrosesan daur ulang.

Pengolahan sampah baik secara mandiri ataupun komunal, menjadi tren yang positif di tengah masyarakat, mengingat pentingnya penanganan sampah supaya tidak menjadi masalah. Namun dibalik semangat masyarakat mengolah sampah, arus informasi pengolahan sampah, terkadang tidak sampai dengan baik, sehingga pengolahan belum berjalan maksimal.

Pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan , pendaur ulangan, atau pembuangan dari material sampah ini merupakan bagian kegiatan pengolahan sampah. Proses siklus daur ulang sampah tersebut, kelihatannya sederhana, namun ternyata prakteknya di masyarakat tidak semudah yang diucapkan. Hal ini akibat dari rendahnya kesadaran masyarakat, sekaligus menjadikan tantangan dan  persoalan klasik dalam pengelolaan sampah.

Namun disisi lain, ada hal yang cukup menggembirakan, berita baiknya ada juga dibeberapa daerah yang sudah menginisiasi pengolahan sampah melalui TPA, dan juga pembuatan “Bank Sampah” yang dikelola oleh masyarakat di lingkungannya.

sampah organik seperti daun gugur, sampah dari sisa pertanian, sampah dari sayuran dapur, dan jenis sampah organik lainnya. Bisa diolah sendiri oleh masyarakat menjadi pupuk kompos, yang tentunya akan memberikan manfaat yang lebih kepada masyarakat.

Dan Bagaimanakah cara membuat pupuk kompos yang baik, Berikut uraian langkah-langkah cara mengolah sampah organik menjadi kompos dengan cara yang mudah. Berikut kami sampaikan beberapa langkah mengolah sampah organik menjadi kompos yang bisa anda lakukan untuk keperluan sendiri atau kelompok.

Cara Kerja Mengolah Sampah organik menjadi kompos

  1. Siapkan sampah organik (seperti daun gugur, sisa sayuran, rumput, jerami dan sampah lainnya) dipotong sampai berbentuk kecil-kecil. Cara pemotongan bisa secara manual atau menggunakan mesin pencacah sampah organik.
  2. Campurkan sampah organik yang sudah di cacah atau dipotong-potong tadi dan kotoran kambing dengan komposisi 3:1 .Dalam jumlah besar, proses pencampuran akan sangat mudah jika menggunakan mixer kompos.
  3. Siapkan setengah gelas larutan gula atau 100 ml (bisa dibuat dari gula pasir dan air biasa), menyesuaikan banyaknya bahan sampah organik yang ada.
  4. Siapkan 10 ml larutan bakteri EM4, bisa dibeli toko-toko pertanian,  jika anda ragu takarannya bisa dilihat cara penggunaannya yang tercantum dalam botol atau menyesuaikan banyaknya bahan yang akan dibuat.
  5. Bahan sampah organik yang sudah dicampur dengan kotoran kambing, kemudian disiram dengan larutan gula dan larutan EM4, lalu campurkan hingga merata sampai bahan menjadi basah atau lembab. Jika perlu percikkan air secukupnya agar semua bahan menjadi cukup basah.
  6. Bahan pupuk kompos yang sudah selesai dicampur, kemudian dimasukan ke dalam wadah, bisa menggunakan bak penampungan, karung, atau plastik besar. Lama proses fermentasi dari bahan hingga pupuk siap digunakan sekitar 2 – 3 bulan, karena itu untuk mempercepat prosesnya setiap 2 minggu sekali bahan-bahan tersebut dibolak-balik dan percikkan air secukupnya untuk menjaga agar tetap basah
  7. Untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan berkelanjutan, sebaiknya pembuatan pupuk kompos dilakukan secara periodik. Sehingga pemanfaatannya bisa digunakan secara berkelanjutan dan sampah organik tidak perlu dibuang, karena kita telah bisa mengambil manfaatnya dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos.

Setelah melihat uraian diatas, ternyata memang membuat pupuk kompos sangat mudah. Yang menjadi kunci dari proses diatas adalah konsistensi terhadap proses. Mengingat hal utama dalam pengolahan kompos adalah ketelatenan.

 

Leave a Reply