Silakan Pilih Tim Support Kami sesuai Kebutuhan Anda, Dengan Senang Hati Kami Melayani Anda.

BUDIDAYA IKAN LELE

BUDIDAYA IKAN LELE 1

Ikan lele merupakan salah satu jenis ikan yang sanggup hidup dalam kepadatan tinggi. Ikan ini memiliki tingkat konversi pakan menjadi bobot tubuh yang baik. Dengan sifat seperti ini, budidaya ikan lele akan sangat menguntungkan bila dilakukan secara intensif. Selain itu ikan lele juga kaya akan nutrisi dan manfaat bagi kesehatan tubuh manusia. Dagingnya tidak hanya lembut dan lezat tapi juga mengandung berbagai zat yang penting bagi tubuh. Antara lain tinggi protein, sedikit kalori sejumlah 122 kalori, serta rendah lemak dengan berat 6,1 gram saja. Protein dalam ikan lele sebanyak 15,6 gram, sangat berkualitas dalam memenuhi kebutuhan asam amino pada tubuh manusia. Vitamin B-12 yang terkandung dalam ikan lele juga sangat tinggi, satu ekornya mengandung 40 persen vitamin B-12, yang bermanfaat untuk memecah zat makanan menjadi energi. Kandungan zat di dalam ikan lele juga sangat rendah merkuri. Asam lemak omega juga terkandung dalam ikan lele, jumlahnya sekitar 875 mg asam lemak omega-6 dan lemak omega-3 sekitar 220 mg. Kedua asam lemak tersebut sangat dibutuhkan manusia dalam sehari untuk menjaga kesehatan fungsi jantung.

Setelah mengetahui banyak manfaat yang terkandung dalam ikan lele bagi konsumsi tubuh manusia. Anda bisa memantapkan tujuan untuk ternak lele dengan cara yang benar agar kandungannya yang kaya nutrisi tidak berkurang. Berikut inilah tahapan untuk ternak lele pemula dengan hasil maksimal, sebagai langkah sukses yang harus diperhatikan oleh pemula.

1.      Pembuatan Kolam Ternak Lele

Buat kolam lele yang jauh dari lingkungan pabrik agar tidak terkontaminasi oleh limbah dan polusi.Kolam lele harus berada pada suhu 20 hingga 280C. Suasananya harus tenang dengan air kolam yang keruh dan berwarna hijau berlumut. Kolam lele diisi air dengan jarak yang cukup dalam dari permukaan, jika dangkal menyebabkan lele kepanasan dan mati. Tambahkan tanaman seperti eceng gondok atau talas agar dapat menyerap racun air kolam dan memberi keteduhan

2.      Memilih Indukan yang Berkualitas

Pilih bibit yang berkualitas untuk ternak lele, dengan ciri-ciri fisik pejantan lele memiliki perut ramping, tulang kepala pipih, warna lebih gelap, lincah, dan memiliki alat kelamin berbentuk runcing.Sementara untuk betina dengan ciri-ciri perut lebih besar daripada punggungnya, kepala cembung, gerakan lamban, dan kelamin berbentuk bulat. Benih yang ditebar harus benih yang benar-benar sehat. Ciri-ciri benih yang sehat gerakannya lincah, tidak terdapat cacat atau luka dipermukaan tubuhnya, bebas dari bibit penyakit dan gerakan renangnya normal. Untuk menguji gerakannya, tempatkan ikan pada arus air. Jika ikan tersebut menantang arah arus air dan bisa bertahan berarti gerakan renangnya baik.

Ukuran benih untuk budidaya ikan lele biasanya memiliki panjang sekitar 5-7 cm. Usahakan ukurannya rata agar ikan bisa tumbuh dan berkembang serempak. Dari benih sebesar itu, dalam jangka waktu pemeliharaan 2,5-3,5 bulan akan didapatkan lele ukuran konsumsi sebesar 9-12 ekor per kilogram.

3.      Proses Mengawinkan Lele

Perhatikan ciri-ciri lele yang siap kawin dari warna kelaminnya, alat kelamin pejantan akan berwarna merah dan yang betina berwarna kuning. Jika sel telur telah dibuahi dan benih lele sudah menetas, maka pisahkan benih-benih tersebut.

4.      Pengembangbiakan Lele

Siapkan ember yang diisi air kolam untuk menampung benih lele sebelum dipindah ke kolam, karena jika dipindah ke kolam secara langsung, benih lele mengalami stress dan akhirnya mati. Kolam juga dibersihkan terlebih dahulu Kemudian letakkan ember  ke dalam kolam pada malam atau pagi hari setelah air kolam dikurangi sekitar 10 hingga 20 cm.

Jangan pindahkan ember dari dalam kolam, tunggu hingga 24 jam agar benih-benih lele bisa beradaptasi dengan kolam.

5.      Pemeliharaan Lele

Sebagai ikan karnivora, pakan ikan lele harus banyak mengandung protein hewani. Secara umum kandungan nutrisi yang dibutuhkan ikan lele adalah protein (minimal 30%), lemak (4-16%), karbohidrat (15-20%), vitamin dan mineral.

Berbagai pelet yang dijual dipasaran rata-rata sudah dilengkapi dengan keterangan kandungan nutrisi. Tinggal kita pandai-pandai memilih mana yang bisa dipercaya. Ingat, jangan sampai membeli pakan kadaluarsa.

Pemeliharaan ikan lele dengan baik dan benar bisa dilakukan dengan memperhatikan dan menjaga agar lingkungan kolam tetap bersih. Kemudian memberi pakan yang sehat dan berkualitas bagi lele. Pemberian pakan dilakukan 3x sehari sekitar pukul 7 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Pakan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan. Secara umum setiap harinya ikan lele memerlukan pakan 3-6% dari bobot tubuhnya. Misalnya, ikan lele dengan bobot 50 gram memerlukan pakan sebanyak 2,5 gram (5% bobot tubuh) per ekor. Kemudian setiap 10 hari ambil samplingnya, lalu timbang dan sesuaikan lagi jumlah pakan yang diberikan. Dua minggu menjelang panen, persentase pemberian pakan dikurangi menjadi 3% dari bobot tubuh. Pakan bisa berupa sentrat 781-1 karena kandungannya sangat dibutuhkan lele. Jangan terlalu sering memberikan pakan karena menimbulkan berbagai penyakit akibat endapan pakan. Jika beberapa lele yang lincah mendongakkan kepala maka bisa diberikan pakan tambahan.

6.      Pemisahan Lele Siap Panen

Lele yang siap panen memiliki ciri-ciri fisik yang ukurannya sekitar 5-7 cm atau 9-12cm, karena ukuran tersebut banyak dicari di pasaran. Warna air kolam berubah menjadi merah saat lele siap panen ikan lele untuk tujuan ekspor biasanya mencapai ukuran 500 gram per ekor Satu hari (24 jam) sebelum panen, sebaiknya ikan lele tidak diberi pakan agar tidak buang kotoran saat diangkut. Pada saat ikan lele dipanen lakukan sortasi untuk misahkan lele berdasarkan ukurannya. Pemisahan ukuran berdampak pada harga. Ikan lele yang sudah disortasi berdasarkan ukuran akan meningkatkan pendapatan bagi peternak.

Kemudian bersihkan kolam hingga tidak ada lele dewasa yang tersisa untuk dihuni benih-benih lele yang baru.

Keuntungan Beternak Lele

1.      Ikan Lele Mudah Beradaptasi

Lele adalah ikan tawar yang bisa hidup di mana saja kecuali di air asin. Anda hanya perlu menyiapkan kolam yang luas dan kedalaman yang sesuai dengan jumlah ikan lele yang akan diternak.

Ikan lele bisa hidup di kolam yang dilapisi semen, terpal atau bahkan sekedar tanah, atau empang. Ikan-ikan lele tersebut akan berkembang biak dengan cepat dengan pemeliharaan secara rutin dan baik.

2.      Kekebalan Tubuh yang Kuat

Selain dapat beradaptasi dengan baik di berbagai jenis kolam, ikan lele juga memiliki daya tahan tubuh kuat yang membuatnya jarang terkena serangan berbagai penyakit.

Lendir yang menempel di tubuh lele berfungsi sebagai pelindung dari berbagai penyakit yang dapat menyerang kekebalan tubuhnya. Daya tahan tubuh yang kuat itu dapat menekan angka kematiannya.

3.      Benih Berkualitas Mudah Dicari dengan Murah

Ikan lele banyak ditemukan diperairan air tawar, di sungai-sungai yang mengaliri seluruh wilayah di Indonesia, serta termasuk ikan yang populer jadi sangat mudah untuk memperoleh benihnya. Benih lele juga tergolong murah, satu bibit lele dapat diperoleh hanya dengan harga sekitar 2.500 saja. Sedangkan harga jualnya bisa dibilang cukup mahal. Dengan begitu tidak perlu modal yang besar untuk memulai beternak lele

Hambatan yang Perlu Diperhatikan Saat Beternak Lele

1.    Harga Pakan Naik

Perhitungan yang paling banyak memakan biaya dalam ternak lele ada pada harga pakannya yang memakan 60-70% dari total keseluruhan. Biaya pakan lele juga terbilang mahal dan mengalami kenaikan secara terus-menerus.

Hal ini bisa diatasi dengan memberi pakan alami seperti daun kangkung dan pepaya, jangan terlalu mengandalkan pakan buatan pabrik.

2.      Hama dan Penyakit

Daya tahan lele memang tergolong tinggi daripada jenis ikan tawar lainnya. Namun, ada yang tergolong hama bagi lele yang dapat menyebabkan kematian lele.

Hama-hama yang mungkin dapat memasuki habitat lele seperti burung, katak, serangga, lintah dan cacing.

Sedangkan virus, bakteri dan jamur juga dapat menjadi parasit yang merugikan bagi ikan lele.

Hindari serangan hama dan parasit pada lele dengan selalu memperhatikan kebersihan air dan lingkungan kolam meskipun lele suka di daerah berlumpur.

Berikan vitamin melalui makanan dan obati sesuai dengan jenis-jenis penyakit yang dialami jika terserang hama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *