WeCreativez WhatsApp Support
Silakan Pilih Tim Support Kami sesuai Kebutuhan Anda, Dengan Senang Hati Kami Melayani Anda.
Hi, how can I help?

Sejarah dan Lika-liku Barongsai di Indonesia

barongsai

Halo, Sahabat Niagakita!

Barongsai merupakan tarian tradisional asal Tiongkok yang sering kita jumpai ketika tahun baru China, Imlek tiba. Penari barongsai umumnya berjumlah dua orang dengan menggunakan semacam sarung untuk menutupi tubuhnya serta penari depan memegang boneka kepala singa.

Menurut sejarah, barongsai muncul pada tahun 420-589 Masehi pada zaman Dinasti Nan Bei. Pada saat itu tengah terjadi peperangan dan pasukan dari raja Song Wen Di merasa kewalahan dengan pasukan gajah yang dikerahkan oleh raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Lalu, Zhong Que yang menjabat sebagai panglima perang memiliki ide untuk membuat boneka singa untuk mengusir pasukan dari negeri Lin Yi, dan ternyata strategi tersebut sukses untuk mengusir pasukan musuh. Dari situlah, barongsai mulai dikenal dan populer hingga kini.

Jenis-jenis Barongsai

Barongsai terbagi menjadi dua jenis, yaitu jenis Singa Utara dan Singa Selatan. Keduanya memiliki bentuk, gerakan dan tarian yang berbeda. Barongsai jenis Singa Utara memiliki bulu yang lebat dengan warna kuning dan merah. Barongsai yang memiliki nama lain Peking Sai ini memiliki gerakan yang aktraktif dan akrobatik. Terkadang barongsai Singa Utara juga bermain dengan ditemani pendekar yang melakukan gerakan-gerakan Wushu.

pertunjukan barongsai

Sedangkan barongsai jenis Singa Selatan memiliki penampilan yang lebih ekspresif. Barongsai yang mudah kita temui di Indonesia ini terbagi menjadi dua jenis, barongsai Fut San memiliki tanduk, mulut seperti bebek, ekor yang panjang serta dahi yang panjang. Lalu ada juga Hok San yang memiliki penampilan sebaliknya dari Fut San, yaitu moncong ke depan, tanduk tidak lancip serta ekor yang lebih kecil. Nama Fut San dan Hok San sendiri berasal dari nama tempat di Tiongkok.

Menurut data dari beberapa sumber, Barongsai pertama kali masuk ke Nusantara pada abad ke-17, bersamaan dengan datangnya masyarakat Tiongkok ke Tanah Air yang begitu masif. Barongsai di Indonesia semakin mudah ditemui ketika dulu masih ada perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan. Perkumpulan ini tersebar di beberapa wilayah di Indonesia, dan hampir setiap perkumpulan memiliki perkumpulan barongsai.

Namun, eksistensi barongsai di Indonesia bukan tanpa kendala. Pada tahun 1965, ketika marak Gerakan 30 S/PKI, barongsai tidak boleh dimainkan lagi. Hal ini berlangsung cukup lama hingga akhirnya pada tahun 1998, setelah Indonesia mengalami berbagai perubahan situasi politik akhirnya barongsai diperbolehkan lagi untuk eksis hingga sampai saat ini.

Kini, pemain barongsai bukan hanya terdiri dari pemuda keturunan Tionghoa saja, sudah banyak juga pemuda pribumi yang ikut serta melestarikan barongsai. Bahkan, kini juga sudah banyak perlombaan olahraga barongsai. Para pemain atau atlet barongsai umumnya berada di bawah naungan Federasi Olahraga Barongsai Indonesia (FOBI). Atlet barongsai dari Indonesia pun sudah ada yang pernah merasakan sebagai juara dunia dari ajang kejuaraan dunia barongsai.

Demikian artikel tentang Sejarah dan Lika-liku Barongsai di Indonesia. Untuk Sahabat Niagakita, jangan lupa untuk mengikuti kami di Facebook Niagakita dan mengunjungi website kami untuk mendapatkan artikel-artikel yang menarik setiap harinya. Kami juga menjual berbagai macam alat-alat pertanian seperti genset, traktor, diesel dan sparepart.

Salam, Niagakita!

Kunjungi Kami di :

Website     : Niagakita     |     Bukalapak   : Niagakita     |     Tokopedia   : Niagakita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *